febrian
USU,suarausu-online.com —Setelah diresmikan pada pertengahan November 2010 lalu, pembangunan Pajus Baru USU di bekas Stasiun Karona, Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan hampir selesai dan sudah ramai pengunjung. Edwin Reinaldo, koordinator pengelola mengatakan jumlah pengunjung perlahan mulai meningkat meski pembangunan masih berlangsung.
Menurut Edwin, meski belum seperti Pajus ketika masih berlokasi di USU, respon pengunjung disini mulai menujukan peningkatan. “Saya optimis apabila pembangunan benar-benar sudah siap pengunjung akan terus bertambah,” ucapnya, Sabtu (22/1).
Edwin juga menambahkan, target awal pembangunan selesai adalah satu bulan setelah peresmian. Namun sedikti molor karena adanya penambahan jumlah kios dan hal-hal teknis lainnya. “Awalnya hanya akan dibuka 91 kios, tapi karena banyak pedagang yang daftar maka ditambah menjadi 130 kios,” tambahnya.
Tumpal, salah satu pengunjung mengatakan sangat menyukai Pajus di Stasiun karona ini. “Tertata sangat rapi, beda dengan Pajus ketika masih berlokasi di USU,” pungkasnya.
Minggu, 23 Januari 2011
Rabu, 19 Januari 2011
Berlakukan Stiker Tanda Masuk Kendaraan, FF Pungut 75 Ribu Rupiah
febrian
Sebelum berakhirnya semester ganjil 2010 Dekanat Fakultas Farmasi (FF) umumkan pemberlakuan stiker tanda masuk untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Tercantum dalam pengumuman resmi dari Pembantu Dekan (PD) III FF pada 8 Desember 2010 supaya mahasiswa pengguna kendaraan yang telah terdata diwajibkan membayar kontribusi Rp75.000,00 per semester ke bagian keuangan. Jika tidak melunasi kontribusi stiker tersebut maka Kartu Rencana Studi (KRS) yang bersangkutan tidak akan dikeluarkan.
Menanggapi hal ini Gubernur Pema FF Ahmad Syahnan Lubis mengatakan pihak fakultas tidak melibatkan elemen mahasiswa termasuk Pema dalam pengambilan kebijakan stiker tanda masuk kendaraan ini. Ia telah mengajak pihak fakultas untuk membahas kebijakan yang telah diambil, karena secara keseluruhan mahasiswa masih mempertanyakan dasar ketetapan sebesar Rp75.000,00 tersebut.
“Atas nama pema saya telah mengajukan ke fakultas supaya keputusan ini diperjelas dan dipertimbangkan lagi dengan melibatkan seluruh elemen mahasiswa,” ucapnya ketika ditemui di kampus FF, Sabtu (15/1).
Syahnan mengatakan pihak fakultas berdalih uang kontribusi itu akan digunakan untuk perbaikan fasilitas lain yang ada di kampus FF. “Dengan alasan seperti itu tidak pantas jika hanya diberatkan ke pengguna kendaraan saja, toh semua mahasiswa yang menikmati fasilitas yang diberikan fakultas,” tambahnya.
Namun ketika SUARA USU menanyakan langsung ke PD III FF Nazlinawaty, ia hanya bertutur no komen .”Saya tidak mau bicarakan hal itu,” tegasnya.
Sebelum berakhirnya semester ganjil 2010 Dekanat Fakultas Farmasi (FF) umumkan pemberlakuan stiker tanda masuk untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Tercantum dalam pengumuman resmi dari Pembantu Dekan (PD) III FF pada 8 Desember 2010 supaya mahasiswa pengguna kendaraan yang telah terdata diwajibkan membayar kontribusi Rp75.000,00 per semester ke bagian keuangan. Jika tidak melunasi kontribusi stiker tersebut maka Kartu Rencana Studi (KRS) yang bersangkutan tidak akan dikeluarkan.
Menanggapi hal ini Gubernur Pema FF Ahmad Syahnan Lubis mengatakan pihak fakultas tidak melibatkan elemen mahasiswa termasuk Pema dalam pengambilan kebijakan stiker tanda masuk kendaraan ini. Ia telah mengajak pihak fakultas untuk membahas kebijakan yang telah diambil, karena secara keseluruhan mahasiswa masih mempertanyakan dasar ketetapan sebesar Rp75.000,00 tersebut.
“Atas nama pema saya telah mengajukan ke fakultas supaya keputusan ini diperjelas dan dipertimbangkan lagi dengan melibatkan seluruh elemen mahasiswa,” ucapnya ketika ditemui di kampus FF, Sabtu (15/1).
Syahnan mengatakan pihak fakultas berdalih uang kontribusi itu akan digunakan untuk perbaikan fasilitas lain yang ada di kampus FF. “Dengan alasan seperti itu tidak pantas jika hanya diberatkan ke pengguna kendaraan saja, toh semua mahasiswa yang menikmati fasilitas yang diberikan fakultas,” tambahnya.
Namun ketika SUARA USU menanyakan langsung ke PD III FF Nazlinawaty, ia hanya bertutur no komen .”Saya tidak mau bicarakan hal itu,” tegasnya.
Masih Gunakan Server Gratis Portal Akademik Over load
febrian
Kelebihan kapasitas (over load) portal akademik USU sulit dibuka jelang masa pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) berakhir. Kepala Perpustakaan dan Sistem informasi (Psi) Ridwan Siregar mengatakan pengelolaan Portal akademik USU masih menggunakan data base gratis dengan kapasitas kecil. Sudah tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa USU yang terus bertambah tiap tahunnya.
“Lima tahun terakhir USU masih menggunakan data base tipe MY SQL. Dan sudah dicanangkan untuk berganti ke tipe data base Oracle atau DBS yang berkapasitas besar pada semester depan,” ucap Ridwan ketika ditemui di kantornya, Selasa (18/1).
Namun Ridwan juga menyebutkan kejadian over load ini disebabkan mahasiswa yang pada umumnya mengisi KRS di akhir tenggat yang diberikan. “Apabila waktu dua minggu yang diberikan betul-betul dimaksimalkan mahasiswa maka kejadian seperti ini bisa dicegah,” tambahnya.
Tidak sedikit mahasiswa mengeluhkan portal yang sulit dibuka. Debi pratama, Mahasiswa Fakultas Pertanian mengatakan ia begadang semalaman untuk membuka portal akademiknya. “Bahkan saya berjalan ke tempat game online subuh-subuh, tapi tetap saja tidak bisa dibuka,” ucapnya.
Untuk saat ini Psi memberi perpanjangan tenggat waktu pengisian KRS sesuai permintaan masing-masing fakultas yang membuat mahasiswa sedikit lega.
Kelebihan kapasitas (over load) portal akademik USU sulit dibuka jelang masa pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) berakhir. Kepala Perpustakaan dan Sistem informasi (Psi) Ridwan Siregar mengatakan pengelolaan Portal akademik USU masih menggunakan data base gratis dengan kapasitas kecil. Sudah tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa USU yang terus bertambah tiap tahunnya.
“Lima tahun terakhir USU masih menggunakan data base tipe MY SQL. Dan sudah dicanangkan untuk berganti ke tipe data base Oracle atau DBS yang berkapasitas besar pada semester depan,” ucap Ridwan ketika ditemui di kantornya, Selasa (18/1).
Namun Ridwan juga menyebutkan kejadian over load ini disebabkan mahasiswa yang pada umumnya mengisi KRS di akhir tenggat yang diberikan. “Apabila waktu dua minggu yang diberikan betul-betul dimaksimalkan mahasiswa maka kejadian seperti ini bisa dicegah,” tambahnya.
Tidak sedikit mahasiswa mengeluhkan portal yang sulit dibuka. Debi pratama, Mahasiswa Fakultas Pertanian mengatakan ia begadang semalaman untuk membuka portal akademiknya. “Bahkan saya berjalan ke tempat game online subuh-subuh, tapi tetap saja tidak bisa dibuka,” ucapnya.
Untuk saat ini Psi memberi perpanjangan tenggat waktu pengisian KRS sesuai permintaan masing-masing fakultas yang membuat mahasiswa sedikit lega.
Sabtu, 15 Januari 2011
Portal Lelet
Portal Lelet
Sabtu malam (15/01) dirumah kontrakan beralamat di Jln Jamin Ginting Gang Kamboja No.22B suasana sangat nyaman terasa. Tak seperti malam-malam biasanya tidak terdengar suara nyanyian khas batak yang biasanya hampir setiap malam eksis di beranda kos-kos an pemuda karo. Hanya terdengar sesekali perbincangan dan lagu minang dari netbook Compac punya Debi pratama.
Kontrakan kecil sederhana ini berukuran 9x8 meter persegi. Terdiri dari 2 kamar seukuran 3x4 meter persegi. Didepan kamar ada dapur dan satu kamar mandi. Selebihnya ruang tamu yang sering digunakan untuk rapat .
Dikamar sebelah kanan saudara saya Rozi afrilino terdengar sedang membicarakan hal-hal yang ringan dengan teman dekatnya Cha cissy. Rozi adalah mahasiswa Ekonomi Manajemen angkatan 2008. Pada tahun 2007 ia sempat kuliah satu tahun di D3 politeknik Universitas Andalas. Merasa tidak cocok ia mencoba masuk USU jalur UMB. Lulus dan ia memutuskan menempuh jenjang perguruan tinggi di Universitas nomor satu di sumatera Utara ini. Saat ini ia sudah menempuh semester 6.
Sehari sebelumnya saya dan Rozi telah menyelesaikan penyusunan KRS di portal dn telah di serahkan ke bagian tatausaha fakultas. Fahmi dan Debi masih berkutat dengan portalnya masing karena menjadi korban leletnya portal akademik dua hari terakhir ini.
Baa KRS bi. Lah namuah bukak? Itu sajo krajo dari malam patang mah. .(gimana KRS mu bi . dah bisa dibuka? Itu aja yang dirimu dikerjakan dari kemaren) sentil rozi kepada debi yang masih mengusahakan membuka portal akademiknya. Mendekati masa pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) mahasiswa banyak yang kelimpungan karena sulitnya membuka portal akademik. Sedangkan deadline penyerahan ke kantor tatausaha masing-masing fakultas.
Debi pratama adalah mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian (FP) angkatan 2010. Berasal dari Sangir Solok Selatan. Saat ini ia memasuki semester 2. Telah beberapa warung internet termasuk tempat Game online ia kunjungi guna membuka portal akademiknya tapi masih gagal. Namun sampai saat ini ia masih mengusahakan dengan memakai modem Smart milik ficky.
Ndak dapek aka do da .,.! bangkik sugah wak dr td deknyo .,ntah apo yang salah lai ko., (tidak tau lagi gimana caranya bang.,! bikin amarah membludak jadinya., ntah apanya yang salah.)
Hal serupa juga dialami Indra Fahmi (ilmu administrasi Negara angkatan 2010) . pemuda hidung mancung yang akrab dipanggil Fahmi ini juga sedang penasaran portalnya tidak bisa di buka. Itupun kalau bisa sering layar netbook HP nya kembali ke menu Login portal. Padahal tadi pengisian KRSnya sudah masuk pada menu cetak KRS. Tapi tiba-tiba kembali ke menu login. Begitulah yang terjadi dalam dua hari ini. Ketika saya membuka akun twitter dan facebook hamper setiap mahasiswa USU yang ada di beranda melontarkan kata-kata kotor mengutuk pengelolaan Portal akademik USU.
Siangnya pada pukul 11.00 WIB saya menanyakan hal ini kepada DR. Ir Hasanuddin Pembantu Dekan I FP. Menurutnya hal ini tidak akan terjadi apabila mahasiswa tidak melakukan pengisian KRS menjelang deadline mau habis. Tidak menumpuk di hari-hari terakhir yang membuat kapasitas portal membludak. “Ibarat lift yang kelebihi berat maksimal jadi tidak bisa jalan. Emang begitulah kebiasaan mahasiswa kita, selalu mengandalkan hari terakhir dalam hal apapun,” ucapnya ketika diemui ruangannya yang hangat di gedung induk Fp lantai dua.
Polemik portal akademik ini merata terjadi di setiap fakultas di USU. Terdengar kabar kalau di FP dan FISIP akan memperpanjang masa KRS hingga 31 Januari.
Dengan kejadian ini saya hanya bisa memberi semangat kepada 2 junior saya ini. Karena ada kemungkinan portal bisa dibuka tengah malam ataupun pagi hari.
“ Bagadang malam ko liak bi., dr pado cuti semester ko.,” lirih fahmi.
“ antahlah mi., duo mato kuliah yang bisa ambiak baru nyo., bis t baliak k login liak,” sahut Debi.
Kebetulan saya adalah aktivis Pers kampus. Adalah tugas saya untuk menyampaikan unek-unek mahasiswa ini ke pihak atasa (rektorat). Da saya akan berencana memwawancarai kepoala pengelola pusat system informasi ataupun langsung ke bagian kemahasiswaan USU. (Febrian)
Sabtu malam (15/01) dirumah kontrakan beralamat di Jln Jamin Ginting Gang Kamboja No.22B suasana sangat nyaman terasa. Tak seperti malam-malam biasanya tidak terdengar suara nyanyian khas batak yang biasanya hampir setiap malam eksis di beranda kos-kos an pemuda karo. Hanya terdengar sesekali perbincangan dan lagu minang dari netbook Compac punya Debi pratama.
Kontrakan kecil sederhana ini berukuran 9x8 meter persegi. Terdiri dari 2 kamar seukuran 3x4 meter persegi. Didepan kamar ada dapur dan satu kamar mandi. Selebihnya ruang tamu yang sering digunakan untuk rapat .
Dikamar sebelah kanan saudara saya Rozi afrilino terdengar sedang membicarakan hal-hal yang ringan dengan teman dekatnya Cha cissy. Rozi adalah mahasiswa Ekonomi Manajemen angkatan 2008. Pada tahun 2007 ia sempat kuliah satu tahun di D3 politeknik Universitas Andalas. Merasa tidak cocok ia mencoba masuk USU jalur UMB. Lulus dan ia memutuskan menempuh jenjang perguruan tinggi di Universitas nomor satu di sumatera Utara ini. Saat ini ia sudah menempuh semester 6.
Sehari sebelumnya saya dan Rozi telah menyelesaikan penyusunan KRS di portal dn telah di serahkan ke bagian tatausaha fakultas. Fahmi dan Debi masih berkutat dengan portalnya masing karena menjadi korban leletnya portal akademik dua hari terakhir ini.
Baa KRS bi. Lah namuah bukak? Itu sajo krajo dari malam patang mah. .(gimana KRS mu bi . dah bisa dibuka? Itu aja yang dirimu dikerjakan dari kemaren) sentil rozi kepada debi yang masih mengusahakan membuka portal akademiknya. Mendekati masa pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) mahasiswa banyak yang kelimpungan karena sulitnya membuka portal akademik. Sedangkan deadline penyerahan ke kantor tatausaha masing-masing fakultas.
Debi pratama adalah mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian (FP) angkatan 2010. Berasal dari Sangir Solok Selatan. Saat ini ia memasuki semester 2. Telah beberapa warung internet termasuk tempat Game online ia kunjungi guna membuka portal akademiknya tapi masih gagal. Namun sampai saat ini ia masih mengusahakan dengan memakai modem Smart milik ficky.
Ndak dapek aka do da .,.! bangkik sugah wak dr td deknyo .,ntah apo yang salah lai ko., (tidak tau lagi gimana caranya bang.,! bikin amarah membludak jadinya., ntah apanya yang salah.)
Hal serupa juga dialami Indra Fahmi (ilmu administrasi Negara angkatan 2010) . pemuda hidung mancung yang akrab dipanggil Fahmi ini juga sedang penasaran portalnya tidak bisa di buka. Itupun kalau bisa sering layar netbook HP nya kembali ke menu Login portal. Padahal tadi pengisian KRSnya sudah masuk pada menu cetak KRS. Tapi tiba-tiba kembali ke menu login. Begitulah yang terjadi dalam dua hari ini. Ketika saya membuka akun twitter dan facebook hamper setiap mahasiswa USU yang ada di beranda melontarkan kata-kata kotor mengutuk pengelolaan Portal akademik USU.
Siangnya pada pukul 11.00 WIB saya menanyakan hal ini kepada DR. Ir Hasanuddin Pembantu Dekan I FP. Menurutnya hal ini tidak akan terjadi apabila mahasiswa tidak melakukan pengisian KRS menjelang deadline mau habis. Tidak menumpuk di hari-hari terakhir yang membuat kapasitas portal membludak. “Ibarat lift yang kelebihi berat maksimal jadi tidak bisa jalan. Emang begitulah kebiasaan mahasiswa kita, selalu mengandalkan hari terakhir dalam hal apapun,” ucapnya ketika diemui ruangannya yang hangat di gedung induk Fp lantai dua.
Polemik portal akademik ini merata terjadi di setiap fakultas di USU. Terdengar kabar kalau di FP dan FISIP akan memperpanjang masa KRS hingga 31 Januari.
Dengan kejadian ini saya hanya bisa memberi semangat kepada 2 junior saya ini. Karena ada kemungkinan portal bisa dibuka tengah malam ataupun pagi hari.
“ Bagadang malam ko liak bi., dr pado cuti semester ko.,” lirih fahmi.
“ antahlah mi., duo mato kuliah yang bisa ambiak baru nyo., bis t baliak k login liak,” sahut Debi.
Kebetulan saya adalah aktivis Pers kampus. Adalah tugas saya untuk menyampaikan unek-unek mahasiswa ini ke pihak atasa (rektorat). Da saya akan berencana memwawancarai kepoala pengelola pusat system informasi ataupun langsung ke bagian kemahasiswaan USU. (Febrian)
Langganan:
Postingan (Atom)