Minggu, 19 Desember 2010

UAS, FT Tidak Wajibkan Pakai Seragam

Sama seperti semester sebelumnya tidak semua departemen di Fakultas Teknik (FT) mewajibkan mahasiswanya memakai baju seragam hitam putih ketika Ujian Akhir Semester (UAS). Dari enam departemen hanya Arsitek dan Industri mewajibkan memakai seragam hitam putih.

Pembantu Dekan I FT, Turmuzi Lubis mengatakan tidak ada ketetapan tentang pakaian mahasiswa ketika ujian baik ujian tengah semester maupun UAS. Pihak Dekanat menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada masing-masing departemen. “ Sebetulnya tidak mesti memakai pakaian seragam, toh tidak akan mempengaruhi nilai ujian dan mahasiswa tidak perlu lagi untuk diatur,” ucap Turmuzi ketika ditemui dikantornya, Sabtu (18/12).

Hal serupa juga dikemukakan oleh Recky Suharman, Mahasiswa Teknik Elektro. Menurutnya tidak ada pengaruh memakai pakaian seragam atau tidak sewaktu ujian. “Yang penting rapi dan sopan dan saya rasa mahasiswa sudah paham untuk itu,” tuturnya. Recky mengatakan selama kuliah di FT hanya ketika matrikulasi yang diwajibkan memakai seragam hitam putih karena masih berstatus mahasiswa baru. (Febrian Fachri)

Kamis, 16 Desember 2010

Jelang Dies Natalis FH Adakan Seminar Dialog Interaktif

Jelang perayaan Dies Natalis ke 57 Fakultas Hukum (FH) USU mengadakan Seminar Dialog Interaktif Deponeering Kasus Bibit-Chandra bersama Bonaran Situmeang di Gedung Peradilan Semu FH, Sabtu (11/12). Pembantu Dekan I FH mengatakan seminar ini tidak hanya dalam rangka Dies natalis tapi juga menjalin silaturrahmi dengan alumni FH yang telah malang melintang di kancah nasional khususnya di bidang hukum dan peradilan.

Dalam penyampaiannya Bonaran Situmeang Alumni FH USU angkatan 1987 menjabarkan kronologis dugaan kasus suap kliennya Anggodo Wijoyo yang juga melibatkan petinggi KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M.hamzah. Bonaran mengatakan ia akan menuntut putusan Deponeering oleh Jaksa Agung. “ memang Deponeering sebuah kasus adalah hak Jaksa Agung, tapi ini terkesan menutupi kebohongan besar kepada rakyat,” ucapnya ketika meladeni pertanyaan mahasiswa.

Bonaran menekankan mahasiswa harus menggunakan insting yang tajam guna menganalisi kasus ini. “ Kasus Bibit-Chandra sangat kompleks dan berbelit-belit, jadi membutuhkan analisis dari akademisi untuk menengahinya,” tambahnya.

Seminar ini juga mengundang mahasiswa Fakultas Hukum dari Universitas Islam Sumatera Utara, Unversitas Panca Budi, Universitas Sisingamangaraja, Universitas Cut Nyak Dien, Universitas HKBP Nomensen dan mahasiswa USU sebagai tuan rumah.(Febrian)

Senin, 13 Desember 2010

Bakor FE Segera Bubar tanpa LPJ

Hampir dua tahun berperan sebagai pengganti Pema Fakultas Ekonomi (FE) Badan Koordinasi (Bakor) akan segera dibubarkan tanpa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Frans March Kepler selaku anggota Bakor mengatakan kesepakatan terbentuknya Bakor hanya berfungsi sebagai mediator untuk memfasilitasi enam Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD).

“ Tidak ada Progja (Program Kerja-red) serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga jadi otomatis tidak ada LPJ,” terang Frans saat di temui di kampus FE, Kamis (9/10).

Bakor berharap Pema FE yang baru mampu memperjuangkan aspirasi mahasiswa dan menjaga serta mampu menghilangkan maindset mahasiswa FE yang terkesan apatis terhadap kampus. “ Banyak pekerjaan rumah telah menanti Pema setelah dua tahun vakum,” tambah Frans.

Setelah pemilu selesai pada Kamis malam, pasangan Viktor Lumbanraja-Andi Ritonga keluar sebagai pemenang dengan perolehan 657 suara. KPU akan segera membahas waktu pelantikan setelah rapat pleno yang dilaksanakan sehari setelah pemilu.(Febrian Fachri)

Kamis, 09 Desember 2010

Blunder KPU, Pemilu FE Ricuh

Pemilu Fakultas Ekonomi (FE) yang dilaksanakan pada Senin (6/12) ricuh akibat blunder Komisi Pemilihan Umum (KPU) FE mengenai sosialisasi persyaratan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub). Sekrearis KPU FE Imam Darmawan mengakui terjadi kesalahan dalam sosialasi Petunjuk Pelaksanaan (Juglak) yaitu pada poin kedua “ Cagub-cawagub minimal harus dalam menjalani semester lima ”.

“ Untuk poin tersebut harusnya Cagub-cawagub minimal sedang menjalani semester empat dan KPU sudah melayangkan surat konfirmasi untuk kesalahan tersebut,” terang Imam.

Meski KPU telah melayangkan surat konfirmasi, salah satu Kelompok Aksi mahasiswa (KAM) peserta pemilu tetap mempermasalahkan dan menganggap KPU tidak konsisten dengan tetap meloloskan Cagub nomor 2 Victor Lumbanraja yang masih menjalani kuliah semester empat. Ketika pemilu baru dimulai terjadi keributan yang berbuntut tertudanya pemilu sampai Kamis (10/12).


Ketua KPU FE Syahron Zulmi menjelaskan bahwa sesaat setelah pemilu dimulai KAM Erat dan pasangan Cagub-Cawagub Gordon-Andre Patuan memutuskan mundur dari pemilu. “Mereka bersikukuh menyatakan mosi tidak percaya pada KPU sedangkan surat pemunduran diajukan ketika pemilu sedang berlangsung. Jelas KPU belum bisa menanggapi hal tersebut lantaran pemilu sudah berlangsung,” ucap Zulmi sesaat setelah penghitungan suara selesai.


Pelaksanaan pemilu pada hari kamis berjalan dengan lancar hingga akhir penghitungan. Hasilnya Pasangan Viktor Lumbanraja-Andi Ritonga unggul telak dengan perolehan 657 suara sedangkan pasangan Gordon-Andre Patuan memperoleh 111 suara dari total 800 surat suara dan terdapat 32 suara tidak sah. Sementara untuk perolehan KAM sendiri, KAM Madani berhasil mengungguli enam KAM lainnya dengan perolehan 162 suara dari total 801 suara dan 60 suara tidak sah.


Zulmi mengatakan jika KPU akan segera melakukan rapat pleno sehari setelah pemilu. Pada rapat ini KPU akan membahas mekanisme pelantikan gubernur terpilih serta pembahasan mengenai mundurnya peserta pemilu.(Febrian Fachri)

Jumat, 03 Desember 2010

FE Segera Punya Pema Lagi

Setelah beberapa bulan vakum dan digantikan Badan Koordinasi (Bakor) Pema Fakultas Ekonomi (FE) akan segera dibentuk lagi. Mantan pimpinan Bakor Selly Ardani mengatakan keputusan ini berdasarkan hasil pertemuan enam perwakilan Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) FE yang juga telah disetujui pihak Dekanat. “ Kami siap dengan Pema yang baru sekaligus akhir dari kerja Bakor,” ucapnya ketika ditemui SUARA USU di kampus FE. Jum’at (3/12)


Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) FE Imam Darmawan mengatakan ada dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) akan bertarung dalam Pemilu nanti yaitu pasangan Viktor Lumbanraja-Andi Ritonga dan pasangan Gordon-Andre Patuan. “ Hanya dua pasangan ini yang mendaftar ke KPU dan kedua pasangan juga telah lulus verifikasi, proses kampanye dan debat kandidat,” ucapnya.


Imam menambahkan ada tujuh Kelompok Aspirsi Mahasiswa (KAM) yang telah lulus dari verivikasi KPU. Ketujuh KAM itu adalah KAM Madani, KAM Peduli Kampus, KAM Perubahan, KAM Erat, KAM Kalifah, KAM Formodesa dan KAM Kabel.


Dari data KPU sejauh ini sudah ada 4.930 Daftar Pemilih Tetap (DPT) melibatkan seluruh mahasiswa FE termasuk mahasiswa ekstensi D Iii dan D IV .(Febrian Fachri)

Konflik Berlatar Agama Itu Tidak Ada

Agama sering dikatakan sebagai pemicu berbagai konflik di negeri ini. Namun semua hal tersebut dinyatakan salah oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumut Baharudin Jafar. Menurutnya yang membuat konflik itu adalah orang-orang berkepentingan tertentu yang mengkambinghitamkan agama sebagai pemicu.


“Apabila semua pemeluk agama taat dengan ajaran agama masing-masing maka konflik-konflik yang terjadi hingga merenggut nyawa itu tidak akan terjadi,” ucapnya ketika menjadi pembicara Lokakarya Sehari bertemakan “Deradikaliasi Kekerasan Bernuansa Agama” di Gedung Serbaguna Fisip USU, Selasa (30/11).


Baharudin menambahkan pemicu terjadinya konflik-konflik dan tindak kekerasan adalah rasa ketidakpuasan dari seseorang atau kelompok tertentu dengan keadaan. Dengan dalih agama mereka berusaha mempengaruhi berbagai pihak untuk memperoleh tujuan yang diinginkan.


M. Yajid Jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut mengatakan keterlibatan pers yang menjadi pemanas sebuah konflik.”hakekat pers adalah menyampaikan informasi yang benar dan berimbang bukan membuat pembaca terpancing untuk terlibat dalam konflik tersebut,” ujarnya.(Febrian Fachri)

Rabu, 01 Desember 2010

Dies Natalis SEP ke 50

Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (SEP) menggelar Dies Natalis ke-50 bertemakan “Membangun Jiwa Kewirausahaan dan Kreativitas Mahasiswa” di kampus Fakultas Pertanian (FP) USU, Kamis (2/12). Dalam kata sambutannya ketua panitia penyelenggara Dian Avilla menyampaikan tema kewirausahaan dan kreativitas mahasiswa bertujuan memotivasi seluruh mahasiswa untuk menanamkan jiwa wirausaha dan kreatifitas dalam melakukan banyak hal.

“Saya berharap SEP mampu melahirkan alumni berkualitas tidak hanya untuk menduduki berbagai instansi tapi juga berjiwa Enterprenuer,” papar Dian.

Pembantu Dekan I FP Hasanudin MS mengatakan pemilihan tema Dies Natalis kali ini sangat cerdas dan sesuai dengan kondisi negara kita saat ini. Menurutnya wirausaha dan kreativitas ini akan menjadi Icon kita mulai dari sekarang.” Kita adalah pewaris jiwa Enterprenuer dan Kreatif yang sudah ada dari masa lalu,” ucapnya.

Gelaran Dies Natalis SEP ini juga dibarengi dengan Dies Natalis Ikatan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (Imasep) ke-30. Acara ini dilaksanakan selama tiga hari dibuka dengan pelepasan balon dengan spanduk 50 tahun SEP dan 30 tahun Imasep. Juga turut hadir Pembantu Rektor II Prof Armansyah Ginting, PD I PD II dan PD III FP , Presiden Mahasiswa Paidi dan Gubernur Pema FP Helova.(Febrian Fachri)

Kampanye Hari AIDS sedunia Kampanye Hari AIDS sedunia

Hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember diperingati oleh warung sahiva dengan mengadakan pentas seni bertemakan ” Kampanye Hari Aids Sedunia” di depan sekretariat Warung Sahiva, Rabu (1/12). Pentas seni ini menampilkan band performance, capoera, rapperformance , percussion, hula-hula boys, teatrikal musikalisasi puisi dan dance performance.


Ketua panitia penyelenggara Lutfiansyah mengatakan pentas seni ini bersifat edutainment yaitu hiburan merangkap sebagai pembelajaran.”Tak hanya berisi hiburan-hiburan tapi juga memberitahukan ke mahasiswa –mahasiswa USU agar lebih peduli lagi apa dampak HIV AIDS dan bertanggung jawab dalam hal apapun,” ucapnya saat ditemui disela-sela acara.


Lutfiansyah menambahkan saat ini kota Medan peringkat ke 9 penderita HIV AIDS di Indonesia. Jadi ini patut diwaspadai tidak hanya kita mahasiswa tapi seluruh kalangan di kota ini.”Mari kita jauhi virusnya bukan menjauhi orangnya,” tutur mahasiswa Sastra Indonesia USU ini.


Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dihadiri oleh perwakilan Gubernur Sumut, Dinas Kesehatan dan juga Badan Koorrdinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut. Hari sebelumnya seluruh anggota Warung Sahiva juga melakukan aksi ngamen keseluruh fakultas di USU guna menggalang bantuan dana untuk penderita HIV AIDS.(Febrian Fachri)

Minggu, 21 November 2010

Walikota Medan Resmikan Pembangunan Pajus Baru

Walikota Medan Rahudman Harahap meletakkan batu pertama sebagai tanda resminya pembangunan Pajak (pasar-red) USU (Pajus) yang baru di bekas Stasiun Karona, Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, pada Selasa (16/11). Dalam kata sambutannya Rahudman mengatakan akan berusaha mencarikan investor untuk segera menyelesaikan pasar yang akan diisi oleh seratus pedagang ini.


“Saya sangat prihatin dengan tidak ada lagi izin untuk pedagang berjualan di USU, jadi solusi untuk mendirikan pasar sebagai pengganti Pajus ini sangat bagus. Apresiasi untuk pemilik tanah yang telah menyediakan lahan untuk pedagang ini,” ucap Rahudman. Ia berharap dalam satu bulan kedepan pasar ini sudah dapat beroperasi dan akan terus memantau perkembangan selama pembangunan.


Rahudman menambahkan, untuk menjadikan Pajus sebagai pasar tradisional percontohan harus melalui beberapa kriteria. Kriteria tersebut adalah harus ada koperasi, mushalla, dan satpam. “Kalau para pedagang merasa ada yang kurang, langsung disampaikan,” ujarnya.


“Ini adalah bukti kepedulian pemerintah kepada pembangunan Pajus baru kita,” tutur Subur Sembiring yang bertindak sebagai Kordinator Pengelola Pajus baru ini. Tanah tempat didirikannya pajus baru tersebut adalah milik anggota DPRD yang juga Rektor Politeknik MBP Tenang malem Tarigan.


Seperti diberitakan sebelumnya, pascaterbakar Pajus pada Sabtu (18/9), pihak rektorat USU melarang pedagang berjualan kembali di Kampus USU. Akhirnya, pedagang akan terpecah menjadi tiga tempat, yaitu Stasiun Karona, Kampung Susuk dan di Jalan Dr Mansur.(Febrian Fachri)

Kamis, 11 November 2010

USU Siap Terapkan BLU

Seiring diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan tahun 2013 USU akan segera menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum(BLU).


Hal tersebut dibenarkan oleh Pembantu Rektor (PR) I Universitas Sumatera Utara (USU) Zulkifli Nasution bahwa PP Nomor 66 Tahun 2010 tersebut sebagai pengganti UU BHP yang dibatalkan.” Semua perguruan tinggi yang sebelumnya berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN) harus mematuhi PP tersebut. USU juga harus siap menjalankan beberapa ketentuan baru yang akan muncul,” tuturnya kepada SUARA USU, Kamis (11/11).


Beberapa ketentuan baru diantaranya penerapan pola pengelolaan keuangan menjadi BLU. Kekayaan awal perguruan tinggi BHMN yang sudah sempat dipisahkan dialihkan kembali ke negara. Kemudian perguruan tinggi negeri wajib menerima 60 persen mahasiswa melalui pola seleksi nasional dan untuk ke tujuh perguruan tinggi BHMN kembali menjadi PTN termasuk juga USU, yang diberi masa transisi 3 tahun terhitung sejak 28 Desember 2010.


“Kita akan coba transisikan secara perlahan peraturan tersebut, sementara hingga akhir 2012 masih menerapkan pengelolaan keuangan yang lama,” tambah Zulkifli.(Febrian fachri)

Gedung Fisip Ganti Warna

Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) berganti warna dari hitam-putih menjadi biru-putih. Dekan Fisip Prof.Badarudin mengatakan alasan penggantian warna gedung ini untuk menyamakan warna gedung dan bendera Fisip yang berwarna biru. “Saya dan kawan-kawan sepakat jika gedung ini satu warna dengan bendera fakultas,” tutur badarudin saat dijumpai dikantornya, Senin (8/11).


Pergantian warna ini ditanggapi berbeda oleh mahasiswa-mahasiswa di Fisip. Joni mahasiswa Administrasi Negara mengatakan jika ia keberatan dengan pengantian warna gedung fakultas ini.ia mengatakan lebih nyaman dengan warna yang lama hitam putih.”Pergantian warna ini akan menghilangkan citra Fisip yang selama ini akrab dengan warna hitam-putih yang maknanya sisi gelap dan terangnya kehidupan sosial dan politik di negeri ini,” terangnya.


Hal berbeda dikemukakan oleh Nurmaisari mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial. ia sangat setuju dengan pergantian warna ini lantaran tidak suka dengan warna selama ini hitam-putih. Menurutnya dengan ini citra sisi gelap dan terang lingkungan sosial politik akan berubah menjadi sesuatu yang lebih cerah. (Febrian Fachri)

Kamis, 04 November 2010

Sastra Jepang Akan Terima Kunjungan Guru Besar Tohoku

Jurusan Sastra Jepang USU akan menerima kedatangan Guru Besar dari Universitas Tohoku Jepang pada pertengahan November nanti. Kedatangan ini bertujuan menjalin hubungan kerjasama dengan USU dan mengadakan seminar tentang sistem keprcayaan Jepang.

“Hal ini tentu akan sangat menguntungkan bagi Jurusan Sastra Jepang khususnya dan USU pada umumnya,” tutur Prof.Hamson Situmorang, ketua Jurusan Sastra Jepang sesaat setelah pembukaan acara Bunkasai, Kamis (4/11). Hamson yang juga alumni Universitas Tohoku menambahkan kerjasama ini akan meningkatkan akreditasi Sastra Jepang USU karena akan dapat melakukan pertukaran dosen dan mahasiswa.

Kerjasama dengan perguruang tinggi dari Jepang ini bukanlah kali pertama karena sebelumnya Universitas Tenri pernah berkunjung ke USU sebanyak tiga kali.

Hamson sangat optimis dengan perkembangan Sastra Jepang karena semakin meningkatnya peminat tiap tahun. Untuk tahun 2010 Sastra Jepang menerima 95 mahasiswa baru melebihi jumlah tahun lalu. Namun ia masih menyayangkan tenaga pengajar yang ada. Saat ini sastra Jepang hanya memiliki 11 orang dosen tetap dan 10 orang dosen honorer. (Febrian Fachri)

Minggu, 31 Oktober 2010

kasian , sudah wisuda ijazah belum juga di bagikan

febrian. 12 oktober 2010
Belasan alumni mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU melakukan protes kepada pihak Dekanat FKM untuk menuntut pembagian ijazah, Senin (11/10). Alumni FKM yang baru diwisuda pada Agustus lalu ini merasa dua setengah bulan sudah terlalu lama untuk menunggu pembagian ijazah karena sangat dibutuhkan untuk mencari pekerjaan.

Apalagi dalam waktu dekat akan ada seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Departemen Kesehatan untuk beberapa provinsi di Sumatera. Para alumni FKM yang rata-rata angkatan 2006 ini mengaku sudah resah menunggu kepastian pembagian ijazah. Padahal tenggat waktu penyerahan berkas persyaratan untuk mengikuti seleksi PNS tinggal sedikit lagi.

“Batas penyerahan berkas untuk tes PNS ini hanya sampai 14 Oktober, sedangkan kepastian pembagian ijazah belum ada hingga saat ini,” tutur salah seorang alumni FKM yang enggan disebutkan namanya. Ia juga mengaku sudah berulang kali mendatangi bagian kemahasiswaan fakultas tersebut, namun tak pernah ada kejelasan dari petugas-petugas administrasi FKM tersebut.

Menanggapi hal ini Pembantu Dekan III FKM Abdul Jalil menjelaskan kesalahan ini terjadi karena adanya mutasi beberapa pegawai administrasi seiring pergantian Dekan FKM. “Keterlambatan pembagian ijazah ini terjadi karena adanya pergantian pemimpinan dekanat dan jajarannya, jadi pimpinan yang lama tidak menyelesaikan semua administrasi mahasiswa sebelum serah terima jabatan,” ucap Abdul Jalil saat ditemui SUARA USU di kantornya.

demo pedagang pajus

Puluhan pedagang Pajak USU (Pajus) berdemonstrasi di depan Gedung Biro Rektor USU pada Rabu pagi (13/10). Demonstrasi tersebut digelar setelah adanya timbunan tanah bahan bangunan di lahan parkiran Pajus yang membuat pedagang tak bisa berjualan. Tuntutan mereka adalah dibukanya kembali Pajus.

Para pedagang juga menuntut kejelasan akan uang sewa yang telah mereka bayar ke pengelola sampai tahun 2011. “Kami sudah membayar dua juta untuk uang sewa, kami hanya ingin kejelasan,” ucap Jaelani, salah satu pedagang Pajus ketika berdialog dengan Pembantu Rektor (PR) III, PR V, Dekan Fakultas Ekonomi (FE) John Tafbu dan pengelola Pajus Wara Sinuhaji. Jaelani juga memperlihatkan kuitansi pembayaran retribusi sebesar dua juta rupiah sampai tahun 2011.
febrian. 14 oktober 2010

Kepada demonstran, Wara Sinuhaji menjelaskan sejauh ini pihaknya sudah mengusahakan dan memperjuangkan nasib pedagang. “Tapi ya mau gimana lagi kalau tidak diizinkan pemerintah?” tambahnya. Wara juga menjanjikan akan mengembalikan uang retribusi pedagang, apabila memperlihatkan kuitansi pelunasan.

Melihat situasi tidak memungkinkan untuk berdialog di depan semua pedagang yang sudah emosi, pihak rektorat meminta lima orang perwakilan pedagang Pajus untuk berdialog bersama rektor. Dalam dialognya, pedagang meminta setidaknya mereka diizinkan berjualan hingga akhir semester ini. Namun, diterima atau tidaknya permintaan tersebut oleh USU, baru akan di umumkan Sabtu (16/10) mendatang.

Pascakebakaran September lalu, rektorat memutuskan untuk tidak membuka kembali Pajus. Lahan Pajus akan digunakan untuk membangun gedung tambahan FE. Namun, sejumlah pedagang tetap berjualan di pelataran parkir pajus. Puluhan pedagang tetap bertahan di lokasi tersebut meski sudah mendapat surat himbauan pengosongan Pajus dari Kepala Keamanan USU. (Febrian)

Dinilai aman, parkiran perpustakaan USU padat


Febrian.19 oktober 2010.
Tingkat keamanan parkir yang lebih baik dibandingkan di fakultas-fakultas membuat mahasiswa fakultas sekitar lebih memilih memarkirkan kendaraannya di tempat parkir Perpustakaan USU. “Lebih aman aja parkir di sini, tidak seperti parkiran di fakultas-fakultas yang sering terjadi pencurian,” ujar Saputra, Mahasiswa Fakultas Pertanian (FP), Sabtu (16/10) lalu.
Menurut pantauan SUARA USU, di beberapa fakultas sering terjadi pencurian sepeda motor. Di Fakultas Ekonomi (FE) misalnya, dalam satu hari sebanyak dua sepeda motor yang hilang. Tak hanya di FE, di Fakultas Sastra pun telah beberapa kali terjadi pencurian sepeda motor.
Yaya, salah satu petugas parkir Perpustakaan USU mengaku tidak bisa mencegah hal ini. “Saya tidak bisa melarang mahasiswa sekitar memarkir sepeda motor di sini karena persyaratannya hanya memperlihatkan STNK,” terangnya.
Tidak seperti di beberapa fakultas, di tempat parkir Perpustakaan USU setiap pengguna sepeda motor diminta menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) ketika mengeluarkan kendaraannya.

21 Tahun menjadi Tukang Petik Sawit

Febrian. 30 oktober 2010
Kulit mulai keriput. Giginya sudah banyak copot. Dan rambutnya sudah dominan putih. Memakai celana ponggol coklat kusam dan hanya memakai singlet usang keluar dari rumah pondok pekerja kebon. Lelaki berusia 52 tahun ini terkesan bingung menyambut kedatangan saya dirumahnya.
 Sumarno biasanya dipangil sutar oleh masyarakat sekitar.Sutar mengajak saya ngobrol di lapak depan rumah . tepatnya di bawah pohon mangga dan jambu yang rimbun menutupi sebagian atap rumahnya. 21 tahun sudah sumarno bekerja sebagai Buruh harian Lepas di perkebunan sawit milik PT Sinarmas Group Tbk. Saya melontarkan beberapa pertanyaan mengenai kehidupan pak sutar selama bekerja di kebun sawit ini.
Sutar adalah Buruh Harian Lepas (BHL) dengan spesialisasi sebagai pemetik sawit. Satu hari minimal Sutar harus memetik 40 janjang sawit. Bila lebih dari 40 janjang maka sutar  mendapatkan Fee sebesar Rp 750 perjanjang. Untuk satu bulan Sutar memperoleh gaji dari perusahaan sebesar Rp 1.050.000,00
Untuk memetik sawit Sutar menggunakan penjuluk besi sepanjang 20  meter. Diujungnya diikatkan sabit tajam. Untuk membeli ini Sutar harus membayar kreditnya Rp.13.500,00 perbulannya kepada perusahaan.
Sutar mengaku puas bisa bekerja sebagai BHL. ia tidak hanya mengandalkan upah BHL untuk menghidupi keluarganya. Ia juga berternak tujuh ekor lembu, 30 ekor ayam dan 20 ekor entok. “ saya juga memelihara ternak buat tabungan, celengan berjalan istilahnya,” ucap Sutar.
Di depan lapak terdapat sebuah  warung  kecil kira-kira berukuran 3X3 meter yang saat itu sedang ditutup.  Ia mengatakan istrinya Istipa berjualan bakso pada hari sabtu untuk menambah uang belanja diakhir pekan.
“ini warungnya kok gak dibuka pak ?”
“Ini warung dibukanya hari minggu aja , gak tiap hari , itupun cuma jualan bakso aja. Lumayanlah buat nambah uang belanja,”.
Batas usia kerja di perkebunan PT Sinarmas ini hingga usia 55 tahun. Dan tiga tahun lagi Sutar akan pensiun dari pekerjaannya sebagai BHL. Sutar mengatakan sudah siap menghadapi masa pensiunnya nanti. Uang dari hasil jerih payahnya telah bisa untuk membeli sebidang tanah.


workshop padang halaban

Penanganan HAM Belum Serius.
febrian. 30 oktober 2010.
Indonesia sebagai negara demokrasi masih menyisakan beberapa permasalahan menyangkut Hak Asasi Manusia (HAM). kekerasan dan penganiayaan oleh aparatur negara terhadap masyarakat sipil masih sering terjadi di daerah konflik seperti di Aceh, Maluku dan papua. Hal ini diungkapkan oleh Andreas Harsono dalam workshop penulisan narasi di Gedung Training Center PT Smart Tbk Padang Halaban Sumatera Utara (26/10).
Menurut Andreas, masih banyak lagi kasus kekerasan yang luput dari perhatian pemerintah. Ia menayangkan video “Indonesia Military III and Torture Indigenous Papuans”. Video tersebut menayangkan kekerasan terhadap masyarakat sipil di Papua yang dilakukan Tentara Republik Indonesia (TNI) beberapa waktu lalu. “Jelas ini adalah pelanggaran HAM berat,” ungkap Andreas.
Workshop ini diikuti oleh 20  anggota pers mahasiswa di Medan dan Aceh atas kerjasama Eka Tjipta Foudation (ETF) dengan Pers Mahasiswa SUARA USU berlangsung pada 25-30 Oktober. Workshop ini juga menhadirkan pemateri  Andreas Harsono dan Chik Rini, keduanya penulis buku Jurnalisme Sastrawi.