Minggu, 31 Oktober 2010

21 Tahun menjadi Tukang Petik Sawit

Febrian. 30 oktober 2010
Kulit mulai keriput. Giginya sudah banyak copot. Dan rambutnya sudah dominan putih. Memakai celana ponggol coklat kusam dan hanya memakai singlet usang keluar dari rumah pondok pekerja kebon. Lelaki berusia 52 tahun ini terkesan bingung menyambut kedatangan saya dirumahnya.
 Sumarno biasanya dipangil sutar oleh masyarakat sekitar.Sutar mengajak saya ngobrol di lapak depan rumah . tepatnya di bawah pohon mangga dan jambu yang rimbun menutupi sebagian atap rumahnya. 21 tahun sudah sumarno bekerja sebagai Buruh harian Lepas di perkebunan sawit milik PT Sinarmas Group Tbk. Saya melontarkan beberapa pertanyaan mengenai kehidupan pak sutar selama bekerja di kebun sawit ini.
Sutar adalah Buruh Harian Lepas (BHL) dengan spesialisasi sebagai pemetik sawit. Satu hari minimal Sutar harus memetik 40 janjang sawit. Bila lebih dari 40 janjang maka sutar  mendapatkan Fee sebesar Rp 750 perjanjang. Untuk satu bulan Sutar memperoleh gaji dari perusahaan sebesar Rp 1.050.000,00
Untuk memetik sawit Sutar menggunakan penjuluk besi sepanjang 20  meter. Diujungnya diikatkan sabit tajam. Untuk membeli ini Sutar harus membayar kreditnya Rp.13.500,00 perbulannya kepada perusahaan.
Sutar mengaku puas bisa bekerja sebagai BHL. ia tidak hanya mengandalkan upah BHL untuk menghidupi keluarganya. Ia juga berternak tujuh ekor lembu, 30 ekor ayam dan 20 ekor entok. “ saya juga memelihara ternak buat tabungan, celengan berjalan istilahnya,” ucap Sutar.
Di depan lapak terdapat sebuah  warung  kecil kira-kira berukuran 3X3 meter yang saat itu sedang ditutup.  Ia mengatakan istrinya Istipa berjualan bakso pada hari sabtu untuk menambah uang belanja diakhir pekan.
“ini warungnya kok gak dibuka pak ?”
“Ini warung dibukanya hari minggu aja , gak tiap hari , itupun cuma jualan bakso aja. Lumayanlah buat nambah uang belanja,”.
Batas usia kerja di perkebunan PT Sinarmas ini hingga usia 55 tahun. Dan tiga tahun lagi Sutar akan pensiun dari pekerjaannya sebagai BHL. Sutar mengatakan sudah siap menghadapi masa pensiunnya nanti. Uang dari hasil jerih payahnya telah bisa untuk membeli sebidang tanah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar