Puluhan pedagang Pajak USU (Pajus) berdemonstrasi di depan Gedung Biro Rektor USU pada Rabu pagi (13/10). Demonstrasi tersebut digelar setelah adanya timbunan tanah bahan bangunan di lahan parkiran Pajus yang membuat pedagang tak bisa berjualan. Tuntutan mereka adalah dibukanya kembali Pajus.
Para pedagang juga menuntut kejelasan akan uang sewa yang telah mereka bayar ke pengelola sampai tahun 2011. “Kami sudah membayar dua juta untuk uang sewa, kami hanya ingin kejelasan,” ucap Jaelani, salah satu pedagang Pajus ketika berdialog dengan Pembantu Rektor (PR) III, PR V, Dekan Fakultas Ekonomi (FE) John Tafbu dan pengelola Pajus Wara Sinuhaji. Jaelani juga memperlihatkan kuitansi pembayaran retribusi sebesar dua juta rupiah sampai tahun 2011.
febrian. 14 oktober 2010
Kepada demonstran, Wara Sinuhaji menjelaskan sejauh ini pihaknya sudah mengusahakan dan memperjuangkan nasib pedagang. “Tapi ya mau gimana lagi kalau tidak diizinkan pemerintah?” tambahnya. Wara juga menjanjikan akan mengembalikan uang retribusi pedagang, apabila memperlihatkan kuitansi pelunasan.
Melihat situasi tidak memungkinkan untuk berdialog di depan semua pedagang yang sudah emosi, pihak rektorat meminta lima orang perwakilan pedagang Pajus untuk berdialog bersama rektor. Dalam dialognya, pedagang meminta setidaknya mereka diizinkan berjualan hingga akhir semester ini. Namun, diterima atau tidaknya permintaan tersebut oleh USU, baru akan di umumkan Sabtu (16/10) mendatang.
Pascakebakaran September lalu, rektorat memutuskan untuk tidak membuka kembali Pajus. Lahan Pajus akan digunakan untuk membangun gedung tambahan FE. Namun, sejumlah pedagang tetap berjualan di pelataran parkir pajus. Puluhan pedagang tetap bertahan di lokasi tersebut meski sudah mendapat surat himbauan pengosongan Pajus dari Kepala Keamanan USU. (Febrian)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar